Hai, lama tidak bersua. Terakhir kau sambangi aku, waktu
itu menjelang UN SMA, dan berakhir sendu. Lalu aku jadi trauma, akan makhluk
yang tak sejenis dengan ku. Aku sebenarnya malas berbincang denganmu, tapi
entah kenapa kali ini aku ingin.
Sebagai prolog, aku curhat dulu ya. Ini tentang
percakapanku dengan beberapa temanku.
Aku : “Kawan, apakah aku akan menemukan seseorang yang seperti dia lagi jika aku kali ini melewatkannya?”Kawanku : “Tuhan sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untukmu, Nita. Jadi kau tak perlu khawatir – dan galau.”
(Jogja, percakapan jalanan tepat di depan FIS UNY)
Lagi, percakapan saat sedang menonton Open House BEM FBS
2012 (12-05-12)
Sobatku : “Semoga kamu nggak galau lagi ya!”Aku : “Galau? Bukannya aku sekarang udah nggak galau ya?”Sobatku : “Emm.. Masih galau kok kalau dia nggak sms.”
#JLEB
Iuuhh, aku menulis about him lagi dan lagi. Dia itu
semacam candu! Uh! *manyun*
Terkadang aku suka musimmu, musim PDKT. Kenapa? Karena
jemariku enggan berhenti menulis mencurahkan semacam gejolak hati yang sedang
berayun-ayun. Mak slirrr.. #halah Termasuk saat ending-nya. #uhuk
Kamu mau tanya something
nggak? Apa aja, misal “Apa kamu masih trauma denganku?” atau “Kamu sudah bisa
berdamai denganku?” atau kamu boleh tanya “Lagi apa? Udah makan belum?” #EH
Contoh pertanyaan terakhir, hm.. Sebuah pertanyaan yang
sebenarnya nggak aku banget, atau semacam pantangan. Pantangan? #ForgetIt Tapi
tapi ada seseorang yang bisa menakhlukkannya. #eaa “The man who can do this
after my first love!” Kyaaaa.. :*
Aku jadi lupa apa inti perbincanganku kali ini denganmu.
Mau apa aku memulai mengusikmu. Maaf.
:D
Heh, aku ngobrol sama kamu ini loh, malah diem aja!
#KAGOL
Ah sudah, aku mau bercakap dengan diriku sediri.
Nita.. Nita yang sedang galau sekarang, yang galau limited
pulsanya, yang galau banyak tugasnya, yang galau mau ditinggal adeknya, yang
galau err..
Hei aku yang sedang terbelenggu dalam sebuah fatamorgana.
Aku yang terus menerus mensugesti diri dengan
“Kamu sabaro. Kamu ikhlaso. Just let it flow. Smile terus, happy terus, move on terus, mbribik terus!”
#eh mulai error
Kamu, aku, mulailah berdamai dengan semesta. Nanti mereka
akan berkonspirasi menyiapkan sesimpul senyuman terindah setiap waktu untukmu,
meskipun dalam sebuah kepahitan. Karena sekarang kita masih berproses. Yaa,
berproses dalam kebahagiaan dan untuk kebahagiaan.
Me, please don’t be like this. Me, please move on and forget all of the past.
Move on! Move on! Kamu jangan inget-inget lagi yang di
belakang.
Bukankah masa lalu itu sebuah pembelajaran?
Me, please don’t be like this. Bukan mereka yang membuat
galau, tapi kamu. Jadi, kamu harus pintar-pintar memenangkan pertempuran hati
ini. Karena sebenarnya musuhmu itu aku.
Dan percakapan ini berakhir dengan si PDKT yang jadi obat
nyamuk!
Iuh, gak utum! :-P
Ngawi, saat merindukannya.#uhuk
17-05-12


























